Upaya yang dilakukan dalam usahanya mencegah penyakit jantung adalah

Home Lifestyle Berita Lifestyle

Jakarta, CNBC Indonesia – Serangan jantung bisa menimpa siapa saja alias tidak memandang usia. Ahli jantung di Brigham and Women’s Hospital di Boston, Dr. Ron Blankstein, mengatakan angka serangan jantung di Amerika Serikat meningkat pada orang di bawah usia 40 tahun.

Sementara itu, fakta menyebutkan 20% orang yang mengalami serangan jantung tersebut ditemukan masih berusia 40 tahun kurang.

Oleh karenanya mencegah serangan jantung perlu dilakukan sejak dini. Berikut sejumlah hal yang dapat dilakukan sebagai cara mencegah serangan jantung di segala usia.

1. Makanan Ramah Jantung

Pilihan makanan memiliki andil paling besar terhadap risiko serangan jantung. Orang-orang dengan jantung yang sehat diketahui lebih sering mengonsumsi buah dan sayuran, biji-bijian, dan makanan tinggi asam lemak omega-3 seperti ikan.

Bagi orang yang lebih berisiko, yaitu mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi serta serangan jantung, baiknya mulai mengurangi konsumsi garam, lemak jenuh, dan daging merah.

Namun ini bukan berarti melarang konsumsi beragam jenis makanan. Kunci mencegah serangan jantung ialah variasi menu yang seimbang sehingga tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

2. Meditasi

Kondisi yang penuh dengan tekanan, seperti stres kerja, kemarahan, dan perselisihan dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Untuk itu, sesi meditasi bisa menjadi cara untuk menghindari risiko serangan jantung.

Saatnya mulai menyisihkan waktu untuk relaksasi melalui yoga, meditasi, apa pun bentuknya. Temukan metode relaksasi yang cocok usai bekerja.

3. Kurangi Rokok

Blankstein menilai mengurangi merokok adalah kondisi sempurna yang dapat menambah poin bagi kesehatan jantung. Orang yang merokok kurang dari 5 batang per hari saja dinilai lebih tinggi risikonya untuk mengalami tanda-tanda awal serangan jantung, seperti sesak napas, sakit dada, kelelahan tiba-tiba, serta pembengkakan pada kaki.

Kabar baiknya, berhenti merokok dalam 1 tahun sudah cukup mengurangi risiko serangan jantung secara drastis.

4. Aktif Bergerak

Jantung terdiri atas banyak otot yang perlu dilatih secara teratur agar tetap kuat dan sehat. Selain itu, olahraga seperti berjalan, berlari, atau berenang dapat membantu tubuh melepaskan hormon bahagia endorfin yang dapat menurunkan tingkat stres.

Dengan kata lain, olahraga tak hanya dapat meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara menurunkan tekanan darah, menguatkan otot jantung, dan mengontrol penumpukan lemak, melainkan dapat menjaga kesehatan mental. Semuanya berpengaruh pada penurunan risiko serangan jantung.

5. Bersosialisasi

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak mendapat dukungan sosial, baik dari keluarga, pasangan atau teman, memiliki risiko masalah jantung yang sangat kecil. Ini berkaitan dengan rendahnya tingkat stres saat memiliki teman setia untuk berbagi beban hidup.

Blankstein menilai menjaga pikiran dan hati tetap tenang sebagai salah satu cara yang efektif untuk mencegah risiko serangan jantung.

6. Jaga Kebersihan Gigi

Menjaga kebersihan gigi dapat menjadi cara mencegah serangan jantung yang paling muda. Pasalnya bakteri dari gusi yang meradang dapat memasuki aliran darah dan merusak pembuluh darah. Hal ini juga dapat menyebabkan pembekuan darah yang cepat atau lambat dapat memicu terjadinya serangan jantung.

7. Cek Rutin

Cek darah dapat membantu mengontrol banyak hal yang berkaitan dengan risiko serangan jantung, yaitu tensi, kolesterol, dan juga gula darah. Walau kini tubuh masih bugar, ada baiknya untuk melakukan cek tekanan darah rutin, setidaknya sebulan sekali. Sebab, kondisi kesehatan darah tak bisa dinilai dengan perasaan.

Cek darah dinilai perlu terutama bagi mereka yang sering pusing usai makanan berlemak atau hidangan laut karena bisa jadi itu adalah gejala kolesterol tinggi.

Kolesterol jahat LDL dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri yang menjadi pemicu terjadinya serangan jantung. Begitu pula dengan gula darah yang tinggi. Terlalu banyak gula dalam darah dapat merusak arteri. Itu sebabnya, kasus serangan jantung banyak terjadi pada penderita pra diabetes dan juga diabetes.

(vap/vap)

Serangan jantung dewasa ini tidak melihat usia. Penyebab utama dari sakit jantung adalah gaya hidup yang tidak sehat. Simak tips pencegahan serangan jantung berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Serangan jantung biasanya disebabkan karena penyakit jantung koroner, yaitu gangguan  yang terjadi ketika pembuluh darah jantung tersumbat oleh plak.

Kendati belum ditemukan cara untuk mengetahui pasti kapan serangan jantung terjadi, namun ada beberapa faktor-faktor risiko yang bisa Anda amati. 

Umumnya faktor risiko ini berhubungan dengan pola hidup yang dapat dimodifikasi. Lalu, apa saja yang dapat kita lakukan untuk mencegah serangan jantung?

1. Menjaga Tekanan Darah 

Pernahkah Anda mengukur tekanan darah Anda? Jika belum pernah, maka segeralah ukur tekanan darah Anda. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit jantung koroner. 

Kurangilah asupan garam Anda dan konsumsi obat tekanan darah tinggi secara teratur untuk mengontrol tekanan darah Anda.

Artikel Lainnya: Kaitan Tekanan Darah dan Kolesterol Tinggi pada Penyakit Jantung

Nilai kolesterol juga perlu Anda perhatikan. Salah satu parameter kolesterol yang perlu Anda perhatikan adalah kolesterol LDL (low-density lipoproteins). 

Kolesterol ini sering dikenal dengan kolesterol jahat karena berperan dalam pembentukan plak aterosklerosis pada penyakit jantung. 

Dengan menjaga semua nilai kadar kolesterol dalam batas normal, berarti Anda turut melakukan cara untuk mencegah serangan jantung mendadak. 

3. Mengendalikan Kadar Gula Darah 

Diabetes mellitus atau penyakit gula darah tinggi merupakan salah satu kondisi yang sering dihubungkan dengan penyakit jantung. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di jantung.  

Oleh karena itu, jangan ragu untuk memeriksakan kadar gula darah Anda dan pastikan gula darah Anda terkontrol.

Artikel Lainnya: 5 Tanda Anda Berisiko Terkena Serangan Jantung

Merokok adalah faktor risiko yang paling berbahaya sekaligus paling mudah untuk dihilangkan efeknya. Risiko terkena serangan jantung pada perokok dua kali lebih besar daripada orang yang tidak merokok. 

Dengan berhenti merokok mulai dari sekarang, risiko serangan jantung akan berangsur-angsur menurun.

5. Menjaga Berat Badan Tetap Stabil

Apabila saat ini Anda mengalami obesitas, maka lakukanlah upaya-upaya untuk menurunkan berat badan. Anda bisa menurunkan berat badan dengan mengikuti pola makan yang sehat dan olahraga teratur. 

Lingkar pinggang dan persentase lemak yang menurun akan secara langsung mencegah dan mengurangi risiko Anda terkena serangan jantung.

Artikel Lainnya: Cek Kesehatan Jantung Lewat Olahraga Push-Up

Tak hanya bisa mempertahankan berat badan ideal, olahraga juga dapat meningkatkan ketahanan organ jantung dan paru. Ketika ketahanan dua organ tersebut baik, tingkat kebugaran Anda pun meningkat. 

Luangkan waktu untuk melakukan olahraga aerobik, seperti jalan cepat, jogging, berenang, bersepeda. Anda bisa melakukan olahraga tersebut dengan intensitas sedang sebanyak 3-5 kali dalam seminggu dengan durasi 30 hingga 60 menit.

7. Mengonsumsi Makanan Sehat 

Penelitian menyebutkan bahwa komponen kimia yang tidak stabil atau disebut radikal bebas membuat tubuh rentan terkena serangan jantung. Sebab, radikal bebas bisa memicu terjadinya plak sumbatan di pembuluh darah (aterosklerosis). 

Radikal bebas ini dapat dinetralkan oleh antioksidan dari makanan mengandung vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Selain itu hindari mengonsumsi makanan mengandung  lemak jenuh, dan batasi konsumsi daging merah dan gula untuk mencegah serangan jantung.

Tingkatkan konsumsi ikan laut, ayam, buah dan sayur, serta gandum agar jantung senantiasa sehat. 

Artikel Lainnya: Pola Makan Sehat untuk Cegah Serangan Jantung

Menurut penelitian, minum segelas anggur merah setiap hari dapat membantu mencegah serangan jantung. Akan tetapi, konsumsi alkohol lebih dari itu justru akan membahayakan kesehatan jantung dan sistem organ tubuh secara keseluruhan.

Untuk menjaga kesehatan tubuh secara maksimal, sebaiknya Anda menghindari atau tidak mengonsumsi minuman beralkohol. 

9. Menghindari Stres

Stres bukanlah faktor risiko utama penyakit jantung. Akan tetapi, stres juga sering menjadi pemicu timbulnya serangan jantung. 

Tidak ada salahnya Anda mulai melakukan latihan relaksasi melalui meditasi, yoga, atau sekedar rekreasi untuk menurunkan tingkat stres. 

10. Memeriksakan Diri ke Dokter

Banyak orang ragu dan takut melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up. Padahal, pemeriksaan ini bisa mendeteksi berbagai faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes. 

Ketika sudah terdeteksi, maka berbagai faktor risiko ini dapat dicegah dan diatasi sejak dini. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Baca Juga

Walaupun penyakit jantung koroner tidak bisa diprediksi pasti kapan terjadinya, namun terdapat berbagai faktor risiko yang dapat diperhatikan.Dengan menangani faktor risiko ini, maka Anda turut mencegah risiko terjadinya serangan jantung.

Untuk mencegah penyakit jantung, periksa secara online dengan Health Tools Cek Risiko Penyakit Jantung. Cari tahu informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

Leave a Comment