Kelainan otot yang mengecil lemah dan fungsi otot menurun disebut

Dhafi Quiz

Find Answers To Your Multiple Choice Questions (MCQ) Easily at cp.dhafi.link. with Accurate Answer. >>

Ini adalah Daftar Pilihan Jawaban yang Tersedia :

  1. hipertrofi
  2. atrofi
  3. stiff
  4. tetanus

Klik Untuk Melihat Jawaban

Kuis Dhafi Merupakan situs pendidikan pembelajaran online untuk memberikan bantuan dan wawasan kepada siswa yang sedang dalam tahap pembelajaran. mereka akan dapat dengan mudah menemukan jawaban atas pertanyaan di sekolah.
Kami berusaha untuk menerbitkan kuis Ensiklopedia yang bermanfaat bagi siswa. Semua fasilitas di sini 100% Gratis untuk kamu. Semoga Situs Kami Bisa Bermanfaat Bagi kamu. Terima kasih telah berkunjung.

Jawaban :

Atrofi otot adalah kondisi di mana terjadi penurunan massa otot. Hal ini biasanya akibat dari cedera atau adanya suatu penyakit, sehingga bagian tubuh tertentu tidak digerakkan dalam jangka waktu yang cukup lama.

sumber :detailpost

-VikhaMawar★

semoga membantu:)

Atrofi otot merupakan suatu kondisi saat Anda mulai kehilangan massa otot karena terjadi penyusutan. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai hal, misalnya terlalu lama tidak dipakai, bagian dari proses penuaan, malnutrisi, penggunaan obat-obatan, hingga berbagai penyakit yang memengaruhi kesehatan tulang sekaligus otot.

Atrofi memicu terjadinya kelemahan otot, bahkan tak jarang pasien mengalami disabilitas karenanya. Kondisi ini terbagi atas dua jenis, yaitu atrofi otot karena tidak digunakan (disuse atrophy) dan atrofi neurogenik (neurogenic atrophy).

Disues atrophy adalah kondisi yang muncul akibat kurangnya aktivitas fisik. Sering kali, atrofi terjadi disebabkan otot-otot tidak pernah digunakan untuk bergerak dan beraktivitas. Umumnya, yang mengalami kondisi ini adalah orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sehingga pergerakan tubuhnya terbatas.

Namun, kondisi ini mungkin juga dialami oleh orang dengan pekerjaan yang mengharuskannya melakukan sedikit pergerakan, atau orang yang memiliki kebiasaan untuk bermalas-malasan hingga tidak pernah melakukan aktivitas apapun. Atrofi otot bisa diatasi dengan latihan fisik atau pemenuhan nutrisi.

Jenis kedua dari atrofi otot adalah Atrofi neurogenik, yaitu atrofi yang muncul karena pasien mengalami cedera, atau penyakit seperti multiple sclerosis yang menyerang saraf. Dibandingkan disuse atrophy, jenis yang satu ini sering kali muncul secara tiba-tiba.

Selain itu, berbeda dengan disuse atrophy, kondisi ini tidak dapat disembuhkan karena memang terjadi kerusakan pada saraf pasien. Maka itu, sangat penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan otot demi menghindari salah satu masalah otot yang satu ini.

Gejala dari atrofi otot

Ada beberapa tanda dan gejala dari atrofi yang perlu Anda waspadai, di antaranya:

  • Masalah keseimbangan yang menyebabkan pasien kesusahan berjalan dan sering kali terjatuh.
  • Kesulitan berbicara dan juga menelan.
  • Kelemahan otot pada wajah.
  • Tidak memiliki kemampuan koordinasi dan keseimbangan tubuh.
  • Semakin sulit untuk bergerak.
  • Kelemahan yang terasa hanya di salah satu anggota tubuh.

Apabila Anda atau orang terdekat mulai mengalami gejala atrofi seperti yang telah disebutkan di atas, tidak ada salahnya untuk segera memeriksakan kondisi ke dokter.

Berbagai penyebab terjadinya atrofi otot

Kedua jenis atrofi otot memiliki penyebab yang berbeda-beda. Anda perlu mengetahui berbagai penyebab tersebut agar bisa melakukan upaya pencegahan dan terhindar dari masalah otot yang satu ini.

Penyebab atrofi karena otot terlalu sering tidak dipergunakan

Beberpa kemungkinan penyebab, antara lain:

1. Pekerjaan yang menuntut untuk sedikit bergerak

Anda mungkin tidak sadar, saat bekerja di depan komputer, sebenarnya ada beberapa otot dan bagian tubuh yang semakin jarang digerakkan. Padahal, tubuh yang semakin jarang bergerak berpotensi menyebabkan Anda mengalami masalah ini akibat otot jarang dipergunakan.

Kelainan otot yang mengecil, lemah, dan fungsi otot yang menurun disebut?

  1. Atrofi
  2. Hipertrofi
  3. Tetanus
  4. Stiff
  5. Semua jawaban benar

Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: A. Atrofi.

Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban A benar, dan 0 orang setuju jawaban A salah.

Kelainan otot yang mengecil, lemah, dan fungsi otot yang menurun disebut atrofi.

Pembahasan dan Penjelasan

Jawaban A. Atrofi menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban B. Hipertrofi menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban C. Tetanus menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan.

Jawaban D. Stiff menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan.

Jawaban E. Semua jawaban benar menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah A. Atrofi

Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

Atrofi otot adalah kondisi ketika jaringan otot mengecil atau menyusut. Kondisi ini umumnya terjadi jika otot tersebut lama tidak digerakkan, misalnya akibat gangguan saraf yang menyebabkan kelumpuhan. Untuk mengatasi atrofi otot, perlu diketahui dulu jenis atrofi otot yang terjadi dan apa penyebabnya

Ketika terjadi atrofi otot, bentuk tubuh dapat mengalami perubahan, misalnya salah satu area tubuh menjadi lebih cekung karena ototnya mengecil; atau terlihat tidak simetris, misalnya salah satu lengan atau tungkai terlihat lebih kecil daripada lengan atau tungkai yang lainnya.

Jenis Atrofi Otot

Berdasarkan penyebabnya, atrofi otot dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

Atrofi otot fisiologis

Atrofi otot jenis ini umumnya dialami oleh orang dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah. Misalnya, terlalu lama duduk atau berbaring dan jarang olahraga. Karena kurangnya aktivitas fisik, otot tubuh semakin jarang digunakan. Hal ini dapat membuat jaringan otot mengecil dan mengalami atrofi.

Atrofi otot fisiologis juga bisa terjadi pada orang yang menjalani perawatan jangka panjang di rumah sakit, misalnya akibat kelumpuhan atau koma.

Atrofi otot neurogenik

Atrofi otot tipe neurogenik disebabkan oleh cedera atau gangguan pada saraf yang berfungsi untuk menggerakkan otot. Ketika saraf otot mengalami kerusakan, otot tidak bergerak karena tidak mendapat rangsangan dari saraf. Hal ini membuat jaringan otot mengecil dan menyebabkan atrofi otot.

Ada beberapa jenis penyakit yang dapat memicu terjadinya atrofi otot neurogenik, di antaranya:

  • Stroke
  • Lumpuh otak atau cerebral palsy
  • Neuropati
  • Polio
  • Cedera saraf tulang belakang
  • Sindrom carpal tunnel
  • Penyakit saraf motorik

Atrofi otot patologis

Atrofi otot patologis adalah jenis atrofi otot yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu yang membuat tubuh tidak dapat membentuk jaringan otot. Atrofi otot patologis bisa disebabkan oleh:

1. Malnutrisi

Malnutrisi atau kekurangan gizi dapat membuat tubuh kekurangan protein dan kalori, sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan jaringan otot. Hal ini bisa menyebabkan massa otot berkurang secara drastis dan memicu atrofi otot.

2. Sindrom Cushing

Pada sindrom Cushing, kadar hormon glukokortikoid di dalam tubuh meningkat. Peningkatan hormon tersebut bisa menyebabkan jaringan lemak menumpuk, sementara jaringan otot mengecil sehingga lama-kelamaan terjadilah atrofi otot. Sindrom Cushing sering terjadi pada orang yang menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

3. Kanker

Atrofi otot bisa terjadi pada penderita kanker stadium lanjut. Kondisi ini disebut juga dengan cachexia. Selain karena dampak dari penyakit kanker itu sendiri, pengobatan kanker seperti kemoterapi dan terapi radiasi juga bisa menimbulkan efek samping berupa pengecilan jaringan otot atau atrofi otot.

4. Kontraktur otot

Kontraktur otot terjadi ketika jaringan otot digantikan oleh jaringan parut yang kaku. Hal ini membuat otot tersebut sulit atau tidak bisa digerakkan, dan akhirnya terjadilah atrofi otot. Kontraktur otot biasanya terjadi akibat cedera, luka bakar yang cukup luas, atau kelumpuhan jangka panjang.

5. Kelainan autoimun

Rusaknya otot akibat peradangan atau penyakit autoimun bisa menyebabkan ukuran jaringan otot mengecil. Beberapa jenis penyakit autoimun yang dapat menyebabkan atrofi otot adalah miositis autoimun dan rheumatoid arthritis.

Gejala dan Cara Mengatasi Atrofi Otot

Atrofi otot dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada tiap orang, tergantung penyebab dan tingkat keparahan atrofi otot yang dialami. Namun, orang yang mengalami atrofi otot biasanya mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Salah satu atau beberapa bagian tubuh melemah
  • Anggota tubuh, seperti tangan atau kaki, tampak lebih kecil dari yang lain
  • Sulit beraktivitas, seperti berjalan, duduk, menelan, atau menggenggam sesuatu

Jika Anda mengalami atrofi otot, terutama jika sudah mengalami beberapa gejala-gejala di atas, sebaiknya segera temui dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk menangani atrofi otot, ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan dokter, di antaranya:

Aktivitas fisik

Orang yang mengalami atrofi otot tetapi masih bisa bergerak seperti biasa disarankan untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur.Hal ini bertujuan untuk memulihkan jaringan otot yang mengalami penurunan massa dan menjadi lemah akibat kurang gerak. Dengan rutin berolahraga, jaringan otot akan kembali terbentuk dan atrofi otot pun akan teratasi.

Fisioterapi

Rehabilitasi fisik atau fisioterapi bertujuan untuk mengembalikan massa otot yang hilang akibat atrofi otot. Fisioterapi biasanya dilakukan untuk mengatasi atrofi otot yang berat atau yang disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti stroke, kelumpuhan, kelainan saraf, dan kanker.

Diet khusus

Untuk meningkatkan massa otot, tubuh membutuhkan kalori dan bahan baku berupa protein. Oleh karena itu, penderita atrofi otot disarankan untuk menjalani diet khusus tinggi protein agar jaringan otot tubuh bertambah. Diet ini juga dianjurkan bagi penderita atrofi otot akibat malnutrisi.

Obat-obatan dan operasi

Selain itu, penanganan atrofi otot bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan, misalnya obat-obatan untuk mengobati kanker, kelainan autoimun, atau gangguan saraf yang menyebabkan otot menyusut. Pada kasus tertentu, dokter mungkin akan melakukan tindakan operasi untuk menangani atrofi otot, khususnya yang disebabkan oleh kontraktur otot.

Jika Anda mengalami kelemahan pada otot atau salah satu otot Anda terlihat mengecil, segera periksakan ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

Leave a Comment