Kegiatan yang dilakukan pengrajin berlian termasuk pada nilai guna barang jenis

Kayu gelondongan merupakan salah satu contoh barang yang mempunyai utility of form. Foto: Pixabay

Dalam dunia ekonomi, contoh barang yang mempunyai utility of form adalah tanah liat. Sebelum membahas lebih jauh, ketahui dulu sub-materi nilai guna barang terlebih dahulu.

Nilai guna barang merupakan bagian dari proses produksi. Proses produksi bukan sekadar kegiatan membuat atau menghasilkan barang dan jasa, tetapi termasuk kegiatan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Dari sinilah, muncul nilai guna barang.

Menurut buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Kelas VII oleh Mamat Ruhimat dkk (2008: 320), nilai guna barang juga bisa diartikan kepuasan yang diperoleh konsumen saat mengonsumsi barang tertentu.

Kepuasan setiap konsumen tidaklah sama. Oleh sebab itu, setiap barang mempunyai nilai guna yang berbeda-beda. Perbedaan nilai guna suatu barang ditentukan oleh faktor bentuk, tempat, waktu, dan kepemilikan.

Agar lebih memahaminya, simak penjelasan macam-macam nilai guna barang dan contohnya masing-masing di bawah ini.

Mebel merupakan barang yang nilai gunanya telah bertambah karena sebelumnya hanya berbentuk kayu gelondongan. Foto: Pixabay

Nilai Guna Barang dalam Ekonomi dan Contohnya

Berdasarkan buku Pelajaran Ekonomi SMP Kelas 1 karangan Drs. Bambang Prishardoyo, M. Si (2009: 63), nilai guna suatu barang dibagi menjadi empat macam, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Kegunaan Bentuk (Utility of Form)

Utility of form adalah nilai guna suatu barang akan meningkat, apabila bentuknya diubah.

Contoh barang yang mempunyai utility of form, yaitu:

  • Tanah liat akan berguna ketika sudah menjadi bata merah sebagai bahan bangunan.

  • Kayu gelondongan akan berguna setelah dibentuk menjadi mebel, seperti lemari, meja, dan kursi.

  • Kulit sapi berguna setelah berubah bentuknya menjadi tas, dompet, sepatu, jaket, jam tangan, gendang, dan lain sebagainya.

  • Kain akan lebih berguna, apabila dibuat menjadi pakaian, taplak meja, dan seprai.

2. Kegunaan Tempat (Utility of Place)

Utility of place adalah nilai guna suatu barang akan meningkat, apabila dipindahkan ke suatu tempat yang berbeda. Sederhananya, barang akan lebih berguna karena tempat atau lokasinya.

Contoh barang yang mempunyai utility of place, yaitu:

  • Pasir dari sungai diangkut ke kota, untuk dijadikan bahan bangunan.

  • Sayuran dan buah-buahan diangkut dari kebun ke pasar, agar mudah diperjualbelikan.

  • Jaket dan selimut tebal akan lebih berguna, apabila digunakan di tempat yang dingin.

Buku-buku akan memiliki nilai guna apabila dimiliki siswa-siswa. Foto: Pixabay

3. Kegunaan Waktu (Utility of Time)

Utility of time adalah suatu barang akan mempunyai nilai guna yang tinggi, berdasarkan pada waktu dibutuhkannya. Contoh barang yang mempunyai utility of time adalah sebagai berikut.

  • Jas hujan lebih berguna jika digunakan pada waktu hujan.

  • Lampu akan lebih berguna jika dipakai dalam keadaan gelap (sebagai penerangan).

  • Piring dan sendok akan berguna ketika digunakan saat makan.

  • Tabungan akan mempunyai nilai guna lebih, pada saat memiliki kebutuhan yang besar.

4. Kegunaan Kepemilikan (Utility of Ownership)

Utility of ownership adalah suatu barang akan mempunyai nilai guna yang berbeda, karena perubahan pemiliknya.

Contoh barang yang mempunyai utility of ownership adalah sebagai berikut.

  • Cangkul lebih berguna jika dimiliki oleh seorang petani, karena dapat digunakan sebagai alat pengolah tanah.

  • Buku pelajaran di toko buku akan lebih mempunyai nilai, bila dipakai oleh siswa.

  • Sepatu lari akan lebih mempunyai nilai guna, apabila digunakan oleh seorang pelari.

  • Baju renang akan lebih mempunyai nilai guna, bila digunakan oleh seorang perenang.

Leave a Comment