5. tuliskan prosedur cara menggambar ragam hias pada bahan buatandengan teknik cetak lubang.

1.
Kain
Tinta
Wadah tinta
2. Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet. Di antara jenis tusukan yang umum dikenal dalam menyulam adalah tusuk rantai, tusuk jelujur, tusuk kelim, dan tusuk silang. Selain dijahit dengan tangan, sulaman dibuat dengan mesin jahit dan Mesin Bordir komputer. Kain dan benang yang dipakai untuk seni bordir berbeda-beda menurut tempat dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau bedang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.
3.
teknik cetak untuk membuat ragam hias
-teknik hias pada kayu dengan caramengukir
-teknik hias pada plastik dengan cara mencetak
4. Melihat objek yang akan digambar,membuat sketsa nya terlebih dahulu,memberikan perpaduan warna berupa distilasi/penggabungan beberapa warna,mewarnai dengan searah.

5.
bahan atau adonan di masukan kedalam cetakan dengan mengisi penuh (cetakan tuang) pada bagian yang berlubang dalam cetakan kemudian untuk teknik cetak,,, mengisi semua lubang cetakan dengan cara menekan sehingga menghasilkan hasil yang sesuai bentuk dengan cetakan

Ilustrasi ragam hias. (Photo by Camille Bismonte on Unsplash)

Bola.com, Jakarta – Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya seni atau kerajinan. Pola dalam ragam hias biasanya sering digunakan sebagai acuan dalam pembuatan rancangan hiasan.

Penggunaan pola ragam hias bertujuan mengisi kekosongan bahan. Hal itu bermaksud untuk memperindah dan menambah nilai estetika suatu benda atau produk.

Secara umum, teknik dalam menggambar ragam hias ada dua jenis sesuai motif yang akan dibuat, yaitu teknik mistar dan manual. Teknik penerapan ragam hias bisa diterapkan pada bahan buatan.

Teknik menggambar ragam hias pada bahan buatan ada beberapa jenis, tergantung dari bahan dan alat yang digunakan.

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam teknik menggambar ragam hias pada bahan buatan, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Kamis (4/11/2021).

Teknik tenun merupakan teknik pembuatan ragam hias pada bahan buatan tekstil dengan menggabungkan benang berwarna secara melintang, memanjang atau bersilang.

Benang tersebut kemudian ditenun sesuai pola ragam hias dengan menggunakan alat tenun manual atau mesin. Di Indonesia, ragam hias yang terkenal dengan menggunaan teknik tenun berada di daerah Sumatra dan Kalimantan.

Sulam merupakan satu di antara teknik yang digunakan untuk membuat ragam hias pada bahan buatan tekstil. Teknik sulam ini menggunakan alat berupa jarum dan benang yang berwarna.

Setelah itu benang disulamkan pada kain yang sudah ada gambar pola ragam hias. Cara menyulam pada bahan buatan tekstil dapat dilakukan dengan tusuk jelujur, tusuk silang, atau dengan mengombinasikan tusuk keduanya.

Teknik bordir pada dasarnya sama dengan teknik sulam. Adapun yang membedakannya adalah teknik bordir menggunakan mesin jahit dan sekarang bisa dilakukan dengan menggunakan komputer.

Sementara, teknik sulam dilakukan dengan cara manual menggunakan benang dan jarum.

Teknik cetak dalam membuat ragam hias dapat diterapkan untuk bahan buatan tekstil, kaca, logam, kayu, keramik, dan plastik. Teknik cetak yang biasa dilakukan dalam pembuatan ragam hias pada bahan buatan yaitu teknik cetak saring atau biasa disebut sablon.

Cetak saring ini menggunakan screen printing yang sudah ada gambar motifnya. Cara melakukannya dengan cara menuangkan cat ke screen, selanjutnya tinggal mencetaknya di atas bahan buatan.

Cara yang lebih mudah ialah dengan menggunakan karton yang sudah dilubangi sesuai motif, tempelkan pada bahan buatan, dan berikan warna dengan cara menutup lubang tersebut memakai cat warna.

Untuk membuat ragam hias dengan teknik lukis bisa dilakukan pada bahan buatan tekstil, kayu, kaca, logam, plastik, dan keramik. Teknik lukis ini mudah dilakukan dan sederhana, yaitu dengan langsung menggambarkan motif ragam hias ke bahan buatan.

Alat yang digunakan adalah kuas, palet, dan cat warna.

Pembuatan ragam hias dengan teknik batik hanya dapat dilakukan pada bahan buatan tekstil. Teknik batik dikatakan juga sebagai teknik tutup celup.

Adapun yang dimaksud teknik tutup celup adalah proses pembuatannya dengan cara menutup permukaan kain sesuai gambar menggunakan lilin malam dengan bantuan alat canting.

Kemudian dicelupkan pada pewarna tekstil sampai kain terendam, selanjutnya adalah proses pelepasan lilin sampai bersih sehingga akan terbentuk motif yang dikehendaki.

Sumber: Kemdikbud

1. Kain

Tinta

Wadah tinta

2. Teknik bordir untuk mempercantik ragam hiasan atau seni dengan memberikan bahan-bahan bordiran

3. teknik cetak untuk membuat ragam hias

-teknik hias pda kayu=mengukir

-teknik hias pada plastik=mencetak

4. Melihat objek yang akan digambar,membuat sketsa nya terlebih dahulu,memberikan perpaduan warna berupa distilasi/penggabungan beberapa warna,mewarnai dengan searah.

semoga membantu

5. bahan atau adonan di masukan kedalam cetakan dengan mengisi penuh (cetakan tuang) bagian2 yg berlubang dalam cetakan

klo teknik cetak,,, mengisi semua lubang2 cetakan dgn cara di tekan2 sehingga menghasilkan hasil yg sesuai dgn cetakan

Seni Budaya | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan materi seputar prosedur menggambar ragam hias dengan menggunakan teknik cetak saring dan teknik lubang dalam mata pelajaran seni budaya kelas VII revisi. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang prosedur menggambar ragam hias dengan menggunakan teknik cetak saring dan teknik lubang dalam mata pelajaran seni budaya.

Gambar: freepik.com

Prosedur Menggambar Ragam Hias

Prosedur dalam menerapkan ragam hias pada bahan buatan tergantung kepada bahan, alat, dan teknik yang akan kalian gunakan. Di bawah ini adalah prosedur menerapkan ragam hias pada bahan buatan, seperti tekstil, logam, kaca, tripleks, keramik, dan plastik dengan menggunakan teknik cetak saring dan cetak lubang.

A. Cetak Saring

Cetak saring merupakan salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasar nylon atau sutra. Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak. Proses eksekusinya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna.

Sablon adalah sebuah teknik untuk mencetak tinta diatas bahan dengan bentuk yang kita kehendaki. Dengan bantuan screen sablon dan rakel sablon dalam proses pengerjaannya. Keunggulan dari teknik sablon adalah :

  • bisa mencetak dengan jumlah yang banyak
  • hasil relatif stabil
  • bisa menghasilkan beberapa efek menarik, mis : glitters, glow in the dark, timbul, mengkilap/metalik, dsb
  • biaya cetak cukup terjangkau
  • fleksibel bisa di aneka jenis permukaan bahan

Pencetakan dengan cara sablon di jaman serba Digital sekalipun akan terus diperlukan. Cetak dengan metode sablon sangat diperlukan untuk pencetakan dalam media yang tidak memungkinkan dilakukan oleh Mesin Digital dan Offset.

Mesin sablon yang dapat bekerja otomatis juga telah banyak dipakai saat ini, namun meskipun demikian cetak sablon secara manual tentunya masih banyak dilakukan dengan pertimbangan biaya lebih murah, misalkan Sablon Kain untuk sepanduk dan pakaian, Kaos, Souvenir, sablon pada media plastik dan sebagainya.

Berikut ini terdapat beberapa bahan-bahan yang diperlukan dalam cetak saring, terdiri atas:

  • Diazol afdruk + sensitizer (untuk bahan pengafdrukan)
  • Diazol remover (bahan untuk menghapus gambar pada screen)
  • Cat tekstil
  • Cat PVC
  • Kain putih
  • Kertas HVS
  • M3 (larutan pengencer PVC sekaligus digunakan untuk membersihkan screen)
  • Lem kertas untuk batas posisi barang cetakan atau anleg. Batas posisi ini untuk bahan cetakan kertas dan plastik. Sedangkan untuk kaos atau kain mengandalkan penyinaran dari bawah untuk ketepatan posisi penyablonannya.

Adapun untuk tahapan dan cara kerjanya ialah sebagai berikut:

  1. Permukaan Screen Sablon di poleskan cairan kental kusus/emulsion.
  2. Cairan ini apabila telah dioleskan dan dikeringkan pada permukaan screen tidak boleh terkena sinar matahari “dipoleskan dan dikeringkan pada ruangan yang gelap/pada ruangan tanpa kena cahaya langsung ultra violet”. Tujuannya ialah jika terkena cahaya saat sudah kering maka polesan itu tidak akan dapat larut dengan air dengan baik.
  3. Setelah kering, permukaan itu di tempel/ditutup dengan Film dari hasil Print BW “Black/White” pada media plastik/film transparent atau pada biasanya dapat menggunakan kertasa transparan dari Kalkir.
  4. Dilanjutkan dengan proses “penyinaran” pada Sinar matahari atau dibawah sinar yang mengandung ultraviolet. Proses penyinaran ini ditentukan dnegan “Hitungan” untuk mengukur lamanya penyinaran dan ditentukan oleh Keras tidaknya cahaya yang menerpa permukaan screen sablon itu.
  5. Film kemudian dilepas dari permukaan screen, Film yang telah diprint itu akan “Menampakan” duplikasi dari apa yang telah kita printa pada layar.
  6. Tahap selanjutnya ialah penyiraman permukaan screen dengan air. Cara penyiramanpun wajib berhati-hati sekali hal ini kenapa..?? karena hasil print yang tampak pada screen jika terkena air maka akan terlarut, ini disebabkan oleh sebab film yang dicetak “Hitam” dan permukaan layar yang ditutup Hitam tidak akan mengeras “karena tidak tembus sinar”. Begitu sebaliknya, disinilah perlu kehati-hatian dalam proses penyiraman yang sering disertai dengan perangkat bantu “Semprot air mini” dengan tujuan agar air bisa lebih keras dan bisa bagus tembus melelehkan hasil print yang tercetak.
  7. Tahapan selanjutnya yakni pengeringan kembali dari proses diatas dan dilanjutkan pada proses cetak dengan pemberian tinta kusus Sablon.
  8. Proses eksekusinya ialah dengan menuangkan tinta di atas layar dan lalu disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna. Sementara bahan yang dicetak berada dibawah screen sablon dan dilakukan penekanan secara sedemkian rupa. Jadi proses cetak sablon ialah tiap warna dalam sekali cetak.

B. Cetak Lubang

Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dengan teknik cetak lubang, dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: Membuat desain pada kertas Membuat cetakan dengan cara melubangi kertas menggunakan cutter, sesuai desain.

1. Cara Pertama

  • Bentangkan kain pada tripleks
  • Letakkan cetakan lubang dari kertas di atas kain, maka ada bagian kain yang tertutup dan ada bagian yang terbuka
  • Sambil memegang erat cetakan lubang, warnailah bagian kain yang terbuka, dengan cara menutulkan cat menggunakan busa atau kuas
  • Kalau bagian yang berlubang sudah diberi cat semua lepaskan cetakan lubang dari permukaan kain dengan hati-hati.
  • Keringkan hasilnya dengan cara diangin-anginkan atau menggunakan hair dryer 

2. Cara Kedua 

  • Siapkan karton ukuran A4, pensil, dan cutter.
  • Buatlah gambar ragam hias pda karton ukuran A4.
  • Lobani gambar ragam hias dengan cutter.
  • Letakkan gambar ragam hias di atas tekstil, kaca, keramik, atau plastik yang akan kalian gambari ragam hias.
  • Bubuhkan cat di bagian gambar ragam hias yang dilubangi busa, maka gambar ragam hias sudah melekat pada bahan buatan.

Leave a Comment